ANTROPOLOGI KAMPUS & SEJARAH UBP KARAWANG
ANTROPOLOGI KAMPUS
Divisi Kaderisasi
Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi
Universitas Buana Perjuangan Karawang
JL. H.S Ronggowaluyo, Teluk jambe Timur, Karawang
Logo HIMASI UBPK
Definisi & Tujuan
Ditinjau dari segi bahasa, Kata dasar Antropologi berasal dari bahasa yunani dari kata antrhopos yang berarti manusia dan logos yang artinya ilmu. Sederhananya, Antropologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang manusia. Jangkauan pembahasannya seputar perilaku (behavior), kebudayaan (culture), agama/kepercayaan (religion), bentuk fisik masyarakat (Suku dan ras), bahasa dan aspek-aspek material maupun non material lainnya dari manusia. Secara garis besar antropologi dibagi menjadi 2 macam perbedaan. Pertama ialah antropologi fisik yang mengkaji tentang manusia sebagai organisme biologis. Lalu yang kedua ialah antropologi budaya yang objek kajian nya terkait manusia sebagai makhluk sosial yang ber (budaya).
Sementara kampus yaitu sebagai lingkungan akademis yang terdiri dari mahasiswa, dosen, karyawan/pegawai. Antropologi kampus adalah sebuah ilmu yang mempelajari kehidupan manusia di dalam kampus. Peran yang paling penting dan merupakan salah satu ciri utama kampus adalah dosen dan mahasiswa. Mahasiswa merupakan peran utama dan merupakan komponen terbanyak didalam sebuah antropologi kampus.
Pada dasarnya Antropologi Kampus berusaha menjelaskan bagaimana kehidupan manusia dengan lingkungan kampus, khususnya mahasiswa sebagai pemeran utama yang melakukan pertukaran informasi dengan dosen ataupun sesama mahasiswa, melakukan kegiatan berorganisasi ataupun melakukan kegiatan yang tujuannya untuk mencapai tujuan dari masing-masing individu itu sendiri. Antropologi kampus juga bertujuan untuk membedakan atau memahami perbedaan antara kampus dengan sekolah.
PERBEDAAN KAMPUS DAN SEKOLAH
1. Pakaian yang dipakai
Perbedaan antara mahasiswa dan siswa yang sangat terlihat mecolok terdapat pada pakaian yang dikenakan. Saat sekolah siswa diwajibkan memakai seragam yang sudah ditentukan oleh sekolah mulai hari senin sampai jumat, sedangkan mahasiswa saat kuliah bebas memakai pakaian apapun akan tetapi harus sopan dan rapi. Namun, untuk beberapa kampus kedinasan dan akademi seperti STAN, AKMIL mahasiswa diwajibkan memakai seragam sesuai ketentuan kampus.
2. Penyebutan Tenaga Pendidik/Pengajar
Penyebutan tenaga pendidik antara kampus dan sekolah mempunyai perbedaan, seperti ketika kuliah mahasiswa menyebut istilah guru menjadi dosen. Perbedaan antara guru dengan dosen pun berbeda dilihat dari apabila di sekolah guru akan membimbing, mengarahkan, melatih, dan mengajari siswa sampai benar-benar paham pada materi yang diajarkan. Berbeda dengan kuliah, dosen akan lebih cenderung menjadi fasilitator karena dosen hanya membimbing mahasiswa dalam mempelajari setiap materi yang diberikan. Mahasiswa dituntun untuk aktif bertanya, berfikir kritis dan mencatat poin-poin penting saat perkuliahan berlangsung.
3. Penyebutan Mata Ajar
Mata ajar disekolah bisa kita sebut mata pelajaran dan setiap tahun akan sama namun dengan topik bahasan yang berbeda. Sedangkan sebutan mata ajar di kampus yaitu mata kuliah dan hanya diambil satu kali saja dan harus diselesaikan selama satu semester dan kemudian matakuliah semester berikut pun akan selalu berbeda. Mata kuliah akan dibedakan menjadi mata kuliah wajib dan mata kuliah pilihan. Mata kuliah wajib ini diambil dalam satu semester sebagai syarat terselesaikannya kuliah, sedangkan mata kuliah pilihan biasanya diambil sesuai dengan peminatan atau mata kuliah penjurusan saat sudah berada di semester 6 atau 7. Di mata kuliah, mahasiswa juga akan mengenal istilah SKS atau Satuan Kredit Semester. Dengan SKS tersebut dapat menentukan mata kuliah apa saja yang ingin diambil di settiap semester.
4. Waktu Belajar
Saat di bangku sekolah, waktu belajar atau jam pelajaran sudah ditentukan sesuai dengan kurikulum yang berlaku dengan waktu belajar dari mulai pukul 7 sampai 3 sore atau bahkan sampai pukul 5 sore bagi yang fullday school. Sedangkan di perkuliahan waktu belajar akan lebih fleksibel tergantung kelas dan matakuliah yang diambil disemester tersebut. Jadwal kuliah biasanya akan berbeda-beda setiap kampus, fakultas, bahkan jurusan.
5. Sumber Belajar
Sumber belajar saat di sekolah yaitu buku yang sudah ditentukan oleh guru di setiap mata pelajaran. Berbeda dengan perkuliahan, mahasiswa akan diberi satu buku acuan yang bisa dibeli sendiri atau pinjam dari perpustakaan. Dosen juga akan menuntut mahasiswa mencari sumber belajar lain yang lebih banyak sehingga kita sebagai mahasiswa harus lebih kritis dan teliti saat memilih sumber belajar yang akan digunakan.
6. Sistem Penilaian
Sistem penilaian di sekolah umum biasanya berada di rentangan 0-10 atau 0-100. Sedangkan saat kuliah, sistem penilaian untuk nilai tugas dan nilai ujian biasanya pada rentangan 0-100 dan akan diakumulasikan menjadi nilai huruf mulai dari A hingga E. Setelah itu, nilai tersebut akan dikonversikan menjadi angka atau yang disebut Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
7. Kegiatan Saat Liburan
Waktu liburan saat sekolah para siswa akan menggunakan waktu liburan sepenuhnya untuk berlibur karena saat sekolah tidak ada tuntutan akademik yang macam-macam. Berbeda dengan kuliah, dengan durasi libur semester yang panjang, tak jarang, biasanya digunakan untuk daftar ulang, mengulang mata kuliah yang tidak lulus, dan bahkan magang diperusahaan. Karena biasanya diperkuliahan, magang atau kerja praktek menjadi salah satu syarat kelulusan.
8. Ujian Kelulusan
Pada umumnya di sekolah, ujian kelulusan akan dilakukan secara tertulis atau online seperti UNBK, PTS, dan PAS. Para siswa hanya tinggal membaca dan berlatih latihan soal-soalnya saja. Dan biasanya beberapa guru disekolah memberikan kisi-kisi sebelum ujian dilaksanakan. Berbeda dengan saat kuliah, mahasiswa sudah tidak asing lagi dengan istilah skripsi dan tugas akhir sebagai syarat/ujian kelulusan. Pembuatan skripsi dilakukan dengan penelitian masing-masing individu mahasiswa dan topik atau judul skripsi akan berbeda-beda. Jadi saat mengerjakan skripsi mahasiswa dituntut lebih mandiri dan bertanggung jawab.
Itulah beberapa perbedaan antara kuliah dan sekolah yang perlu diketahui dan pada intinya semakin dewasa maka kita akan memiliki peran yang lebih besar dalam mengatur kehidupan. Saat kuliah terasa sangat bebas dibanding saat sekolah, tapi disitulah mahasiswa dituntut belajar mandiri dan bagaimana mengatur waktu sebaik mungkin agar lulus tepat waktu.
Norma Akademik (Etika Kampus)
Norma adalah aturan atau ketentuan, sedangkan akademik adalah bidang yang berhubungan dengan pendidikan dan ilmu-ilmu dalam pembelajaran. Jadi dapat kita simpulkan bahwa norma akademik adalah ketentuan, peraturan dan tata nilai yang harus ditaati oleh seluruh mahasiswa berkaitan dengan aktivitas akademik. Adapun tujuan norma akademik adalah agar para mahasiswa mempunyai gambaran yang jelas tentang hal-hal yang perlu dan/seharusnya dilakukan dalam menghadapi kemungkinan timbulnya permasalahan baik masalah-masalah akademik maupun masalah-masalah non akademik.
Masalah akademik adalah masalah yang berkaitan langsung dengan kegiatan kurikuler, Masalah non akademik adalah masalah yang terkait dengan kegiatan non kurikuler. Sedangkan Pelanggaran adalah perilaku atau perbuatan, ucapan, tulisan yang bertentangan dengan norma dan etika kampus. Maksud dari etika kampus sendiri yaitu ketentuan atau peraturan yang mengatur perilaku yang harus dilaksanakan oleh mahasiswa seperti ketertiban dan tata krama.
Tipologi Mahasiswa
Mahasiswa selalu dipandang mempunyai intelektualitas yang tinggi, dewasa, mandiri, kritis dan bertanggung jawab. Sehingga mahasiswa terlihat sangat dibedakan dengan siswa atau pelajar biasa. Perbedaan ini dikarenakan Mahasiswa sering diidentikkan dengan sebutan agent of change (Agen Perubahan), Iron stock (Generasi Penerus Masa Depan), Agent of Social Control (Agen Penyampai Kebenaran) dan lain sebagainya. Dengan kata lain, kata Maha yang terkandung dalam kata Mahasiswa membuat orang yang menyandangnya selalu dianggap orang dapat menyelesaikan dan menghadapi segala perkara dan tantangan. Namun, tidak semua mahasiswa bisa berbuat demikian. Tidak sedikit pula ada mahasiswa yang bahkan menjadi cibiran dalam lingkungan mereka sendiri, karena tidak mampu memberikan kontribusi seperti yang diharapkan oleh masyarakat. Hal ini disebabkan karena dalam diri mahasiswa itu sendiri terdapat berbagai tipe.
Tipologi mahasiswa dapat dikatakan sebagai penggolongan watak mahasiswa yang ada di perguruan tinggi, misal berwatak idealis, hedonis, profesional, apatis, pragmatis dan lain sebagainya. Berikut penjelasan beberapa tipe mahasiswa yang telah dikelompokkan ke dalam beberapa tipologi mahasiswa.
a. Tipologi Mahasiswa Idealis
Mahasiswa idealis adalah mahasiswa yang mampu menyesuaikan kepentingannya di internal kampus maupun eksternal kampus. Mahasiswa ideal adalah mahasiswa yang mempunyai kriteria yang cukup unik seperti, berpenampilan rapi, sopan dalam bertutur kata, kritis dalam menanggapi situasi baik di lingkungan kampus maupun di lingkungan masyarakat di tempat Ia berada, mahasiswa yang membawa setiap aspirasi masyarakat/rakyat yang dianggap lebih penting, mempunyai otak yang cerdas, bertanggung jawab, disiplin, rajin dan terampil dalam menganalisa suatu masalah yang sedang terjadi maupun masalah yang akan dihadapinya nanti.
b. Tipologi Mahasiswa hedonis
Mahasiswa tipe ini adalah orang-orang yang mengalami disorientasi dalam proses belajar-mengajar dalam perkuliahan. Tipe mahasiswa ini kerjaannya kebanyakan hanya diisi dengan kegiatan foya-foya, berdandan habis-habisan, dan menghamburkan uang tanpa tujuan yang jelas. Tipe Mahasiswa Hedonis adalah Tipe mahasiswa yang tidak mementingkan perkuliahan dan tidak juga mementingkan organisasi, dia hanya memikirkan bagaimana dirinya senang dengan dunianya. Biasanya mahasiswa yang seperti ini dikategorikan ke dalam mahasiswa yang hedonis (hura-hura).
c. Tipologi Mahasiswa Profesional/study oriented
Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang aktifitasnya sebagian besar dipusatkan untuk dapat memperoleh nilai yang baik, kerjanya belajar dan belajar, dan cenderung apatis terhadap masalah-masalah disekelilngnya.
d. Tipologi Mahasiswa Apatis
Tipe Mahasiswa ini adalah mahasiswa yang tidak peduli dengan kehidupan di sekitarnya. Dapat juga dikatakan Mahasiswa tipe ini adalah mahasiswa yang hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Tipe ini dapat dikatakan tipe paling buruk dari tipologi mahasiswa.
e. Tipologi Mahasiswa Pragmatis
Tipe mahasiswa ini adalah mahasiswa yang memiliki sifat cenderung berfikir praktis, sempit dan instant. Orang-orang yang mengandalkan kecakapan mereka dalam berinteraksi untuk dapat menonjol diantara kawan-kawannya, kecenderungan mereka adalah mencari muka didepan birokrat-birokrat kampus.
f. Tipologi Mahasiswa Kritis
Tipe mahasiswa ini sering kita jumpai dari dulu hingga sekarang. Orang-orang yang termasuk dalam kategori ini biasanya orang-orang yang aktif dalam dinamika organisasi. Sehingga Mahasiswa jenis ini sering disebut sebagai mahasiswa yang mempunyai kecenderungan berfikir kritis, ia menjadi seorang yang mau memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh komunitasnya, mempunyai pandangan dan analisa yang mendalam persoalan-persoalan yang dihadapi baik di dunia kampus maupun di luar kampusnya.
Dari berbagai tipologi mahasiswa yang dijelaskan di atas, penting bagi seorang mahasiswa khususnya mahasiswa baru untuk menilai dirinya termasuk dalam tipologi mana. Hal ini sangat penting karena dengan cara ini kita dapat mengetahui posisi dan peran kita sebagai mahasiswa, terutama mahasiswa yang hidup di bangsa yang penuh dengan problematika. Hal yang perlu kita jadikan sebagai pegangan atau pedoman dalam memilih tipologi adalah kita harus berkomitmen dan konsisten.
Istilah – istilah perkuliahan
1. BEBAN STUDI
Jumlah satuan kredit semester (SKS) yang wajib diperoleh mahasiswa selama masa studi.
2. SATUAN KREDIT SEMESTER (SKS)
Ukuran yang digunakan untuk menentukan besarnya beban studi mahasiswa, keberhasilan usaha kumulatif suatu program tertentu serta menentukan besarnya penyelenggaraan pendidikan (khususnya bagi dosen). Satu SKS meliputi kegiatan pendidikan selama 45-50 menit per minggu.
3. CUTI AKADEMIK
Ijin yang diberikan kepada mahasiswa untuk tidak megikuti kegiatan akademik karena alasan tertentu. Cuti akademik dapat diambil dua kali selama masa studi, maksimal dua semester berturut-turut.
4. DEKAN
Dekan adalah sebutan untuk dosen di perguruan tinggi yang telah diangkat dengan tugas khusus mengajar dan mengepalai fakultas.
5. DOSEN
Tenaga pengajar di perguruan tinggi dengan tugas utama mengajar, membimbing, dan atau melatih mahasiswa dalam melakukan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.
6. REKTOR
Pimpinan tertinggi di kampus sekaligus pejabat pembantu Menteri Pendidikan. Dalam tugasnya rektor dibantu oleh pembantu rector (purek).
a. Purek I : Pembantu Rektor Bidang Administrasi
b. Purek II : Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum
c. Purek III : Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan
d. Purek IV : Pembantu Rektor Bidang Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri
7. DPM
DPM singkatan dari “Dewan Perwakilan Mahasiswa.” DPM dan sejenisnya itu ibarat DPR. Sama-sama bertugas mengevaluasi, menerapkan, dan menyesuaikan peraturan-peraturan kemahasiswaan. Peraturan itu yang nantinya bakalan jadi landasan BEM dan organisasi mahasiswa bikin kegiatan.
8. DOSEN PEMBIMBING/WALI DOSEN
Dosen yang bertugas mendampingi dan memberikan konsultasi akademis kepada mahasiswa selama masa kuliah, termasuk menyusun rencana studi dan memberi pertimbangan dalam memilih mata kuliah dan jumlah kredit yang akan diambil, sesuai perkembangan studi mahasiswa.
9. FAKULTAS
Fakultas adalah bagian dari perguruan tinggi tempat mempelajari suatu bidang ilmu yang terdiri atas beberapa jurusan. Fakultas dipimpin oleh seorang dekan.
10. INDEKS PRESTASI KUMULATIF (IPK)
Nilai keseluruhan mahasiswa dari beban studi yang ia ambil dengan batas minimal 144 SKS. IPK digunakan sebagai predikat kelulusan seorang mahasiswa.
11. INDEKS PRESTASI SEMESTER (IPS)
Indeks Prestasi Semester adalah laporan hasil belajar mahasiswa dalam satu semester.
12. JURUSAN
Jurusan adalah bagian dari suatu fakultas atau sekolah tinggi yang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengembangkan suatu bidang studi. Jurusan dipimpin oleh ketua jurusan yang dipilih dari dosen dan bertanggung jawab langsung kepada dekan.
13. KALENDER AKADEMIK
Jadwal yang disusun oleh rektor dalam kurun waktu satu tahun yang memuat waktu penerimaan mahasiswa, masa perkuliahan, ujian, maupun hari libur.
14. KARTU RENCANA STUDI (KRS)
Kartu isian yang berisi rencana banyaknya SKS yang diprogram untuk semester mendatang. KRS diisi oleh mahasiswa bersama wali dosen setiap awal semester dengan memperhitungkan IP semester sebelumnya.
15. KARTU HASIL STUDI (KHS)
Kartu yang memuat hasil studi setiap mahasiswa per semester.
16. KARTU TANDA MAHASISWA (KTM)
Kartu yang diberikan kepada mahasiswa yang sudah menyelesaikan registrasi administrasi secara lengkap, berfungsi sebagai tanda bukti bahwa mahasiswa terdaftar pada sebuah perguruan tinggi.
17. KEGIATAN KURIKULER
Kegiatan akademik yang meliputi kuliah, seminar, diskusi, bimbingan penelitian, praktikum, tugas, maupun belajar mandiri, penelitian maupun pengabdian masyarakat. Contohnya: kuliah kerja nyata, kerja lapangan.
18. KEGIATAN EKSTRAKULIKULER
Kegiatan kemahasiswaan yang meliputi penalaran dan keilmuan, minat maupun kegemaran, upaya perbaikan kesejahteraan dan bakti sosial bagi masyarakat.
19. KULIAH KERJA NYATA
Kegiatan kurikuler yang dijalankan di luar kampus (di masyarakat) dan diikuti oleh semua mahasiswa.
20. PRAKTIKUM
Salah satu metode pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman maupun keterampilan mahasiswa.
21. PROGRAM SEMESTER PENDEK
Program perkuliahan yang dilaksanakan pada saat liburan semester genap. Bertujuan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperbaiki nilai mata kuliah yang sudah ditempuh, meningkatkan IPK, memperpendek masa studi dan menghindari terjadinya putus studi.
22. PROGRAM STUDI
Kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan akademik dan atau profesional atas dasar suatu kurikulum.
23. SIVITAS AKADEMIK
Masyarakat perguruan tinggi yang terdiri dari dosen dan mahasiswa
24. SKRIPSI
Karya tulis ilmiah sebagai laporan tugas akhir mahasiswa untuk memperoleh ijasah program S1. Dalam mengerjakan skripsi, mahasiswa mendapat bimbingan dari dosen pembimbing. Syarat penulisan skripsi yaitu mahasiswa telah menempuh mata kuliah minimal 120 SKS dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 2,0.
25. UANG KULIAH TUNGGAL (UKT)
Biaya pendidikan yang dibayarkan oleh mahasiswa untuk keperluan penyelenggaraan dan pembinaan pendidikan.
26. HIMA/HMJ
Himpunan Mahasiswa/ Himpunan mahasiswa jurusan adalah organisasi mahasiswa yang berada ditingkat program studi.
27. BEM
Sementara itu, “Badan Eksekutif Mahasiswa” di Fakultas dan Universitas. Organisasi BEM inilah yang bekerjasama dengan universitas untuk mengadakan rentetan kegiatan penerimaan mahasiswa baru.
28. BLM
BLM (Badan Legislatif Mahasiswa) Sebagai organisasi kemahasiswaan tingkat fakultas dan universitas yang memberi saran dan mengevaluasi kegiatan BEM.
ANTROPOLOGI DAN SEJARAH KAMPUS UNIVERSITAS
BUANA PERJUANGAN KARAWANG


Sejarah Pendirian
Universitas Buana Perjuangan Karawang didirikan oleh Yayasan Pembina Perguruan Tinggi Pangkal Perjuangan (YPPTPP) tahun 2014.YPPTPP membentuk Tim Penyusun proposal pendirian UBP Karawang melalui SK No. 149/SK/A/YPPTPP/IX/2014 yang terdiri atas 10 orang. Dr. H. Dedi Mulyadi, SE, MM ditunjuk sebagai Rektor dengan SK Yayasan No. 151/SK/A/YPPTPP/IX/2014 tanggal 18 September 2014 tentang Pengangkatan Rektor Universitas Buana Perjuangan Karawang.
UBP Karawang mendapatkan SK pendirian dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui SKI Nomor 611/E/O/2014 Tanggal 17 Oktober 2015 tentang Izin Pendirian Universitas Buana Perjuangan Karawang,terdiri dari 10 Program studi yaitu :
Manajemen – S1
Akuntansi – S1
Psikologi – S1
Ilmu Hukum – S1
Pendidikan Guru Sekolah Dasar – S1
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan – S1
Farmasi – S1
Teknik Industri – S1
Teknik Informatika – S1
Sistem Informasi – S1
Teknik Mesin – S1
Pendidikan Agama Islam – S1
Prasasti peresmian operasional UBP Karawang ditanda tangani oleh Direktur Kelembagaan dan Kerjasama DIKTIProf. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE, Ph.D. tanggal 9 Desember 2014 disaksikan oleh Pengurus YPPTPP,pimpinan UBP dan masyarakat setempat.
Sosialisasi berdirinya UBP Karawang dilakukan dilaksanakan pada 14 Januari 2015 oleh YPPTPP dan UBP dengan mengundang unsur Pemerintah Daerah, Kepala SLTA, Pimpinan Perguruan Tinggi, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Karawang.
UBP Karawang mulai membuka pendaftaran mahasiswa baru pada bulan Februari 2015. Untuk melengkapi SDM Dosen dan Tenaga Kependidikan serta kelengkapan struktur organisasi maka YPPTPP melakukan rekrutmen kepegawaian pada bulan April 2015. Pengangkatan tersebut untuk memenuhi layanan akademik pada beberapa jabatan pimpinan universitas, pimpinan fakultas, ketua program studi dan administrasi.
Para pejabat baru diberi tugas untuk melakukan revisi dan melengkapi dokumen RIP, Statuta, Renstra, Renop, kelengkapan Tata Kelola Perguruan Tinggi dan Kurikulum sesuai peraturan Menristekdikti yang terbaru, serta pengajuan Kode Perguruan Tinggi pada laman Forlap Dikti sehingga pada tanggal 6 Mei 2015 UBP Karawang resmi beropersi dengan kode Perguruan Tinggi Nomor 041062.
Untuk melengkapi persyaratan kepercayaan masyarakat maka sesuai aturan Dikti dapat mengajukan Akreditasi kepada Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) setelah operasional 2 tahun sejak berdiri, sehingga pada tahun 2016 seluruh program studi yang ada di UBP Karawang telah terakreditasi oleh BAN-PT, sedangkan Akreditasi Institusi akan dilaksanakan pada tahun 2018.
VISI DAN MISI
VISI :
”UBP Karawang Bereputasi Nasional dan Berwawasan Kebangsaan”.
MISI :
Melaksanakan pendidikan yang menunjang pengembangan dan penerapan IPTEK berbasis teknologi informasi
Melaksanakan penelitian berskala nasional berbasis kearifan lokal
Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui upaya pemberdayaan masyarakat
Melaksanakan pembinaan wawasan kebangsaan
Meningkatkan kerjasama dalam bidang tridharma perguruan tinggi dengan berbagai institusi nasional dan internasional.
Fasilitas-fasilitas
|
No |
Uraian |
Volume |
|
1 |
Gedung Rektorat 4 Lantai @ 5 ruang kantor |
1 |
|
2 |
Gedung Perkuliahan 4 Lantai @ 10 ruang kelas |
2 |
|
3 |
Set ruang kelas dengan AC dan Proyektor |
80 |
|
4 |
Tanah seluas 1,20 Ha |
1 |
|
5 |
Lapang Parkir Kendaraan |
2 |
|
6 |
Laboratorium Komputer dan Multimedia |
1 |
|
7 |
Kendaraan Operasional New Avanza |
12 |
|
8 |
Kendaraan Operasional Inova |
1 |
|
9 |
Kendaraan Operasional Elf Mitsubishi |
1 |
|
10 |
Laboratorium Farmasi |
1 |
|
11 |
Laboratorium Teknik |
1 |
|
12 |
Laboratorium Micro Teaching |
1 |
|
13 |
Laboratorium Akuntansi dan Bisnis |
1 |
|
14 |
Ruang Server |
1 |
|
15 |
Hotspot Sivitas Akademika 20 Mb |
1 |
|
16 |
Sistem Informasi Perguruan Tinggi Terpadu |
1 |
|
17 |
Website UBP Karawang |
1 |
|
18 |
Ruang Unit Kegiatan Mahasiswa |
1 |
|
19 |
Aula/Ruang Seminar |
1 |
|
20 |
Mesjid |
1 |
|
21 |
Ruang Layanan Mahasiswa |
4 |
|
22 |
Perpustakaan Pusat |
1 |
DAFTAR PUSTAKA
https://pmiimajapahit-wordpress-com.cdn.ampproject.org/v/s/pmiimajapahit.wordpress.com/2015/10/30/antropologi-kampus/amp/?amp_js_v=a6&_gsa=1&usqp=mq331AQKKAFQArABIIACAw%3D%3D#aoh=16321797987374&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&_tf=From%20%251%24s&share=https%3A%2F%2Fpmiimajapahit.wordpress.com%2F2015%2F10%2F30%2Fantropologi-kampus%2F (Diakses pada tanggal 24 September 2021)
https://issuu.com/anwarfasny/docs/antropologi_kampus.docx (Diakses pada tanggal 24 September 2021)
http://www.ubpkarawang.ac.id/?__cf_chl_managed_tk__=pmd_IesyqE1juAFLW0dTN7G_OyjpR_fFlDpg9MXlNKXxvqc-1634134358-0-gqNtZGzNAtCjcnBszQtR (Diakses pada tanggal 24 September 2021)
Komentar
Posting Komentar