TEORI ORGANISASI


KONSEP DASAR ORGANISASI

Divisi Kaderisasi 

Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi 

Universitas Buana Perjuangan Karawang

JL. H.S Ronggowaluyo, Teluk jambe Timur, Karawang

 


Logo Himasi UBP

 

Latar Belakang

Kampus merupakan tempat menimba ilmu yang tidak terbatas hanya kepada pelajaran semata. Dikampus Mahasiswa selalu dituntut untuk dapat berpikir kritis,menjadi pembeda,serta dapat mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Sebagai kalangan dengan level intelektual yang tinggi di masyarakat, tugas mahasiswa tak hanya cukup dengan kuliah, kantin, pustaka, kampus saja, mereka juga memiliki fungsi sosial yang lebih luas bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa sudah menjadi harapan besar bagi seluruh masyarakat Indonesia , mahasiswa diharapkan dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai  agent of change,iron stock,guardian of value,moral force, juga sosial control.

Adapun upaya untuk mempermudah melaksanakan hal tersebut , maka organisasi hadir sebagai wadah bagi para mahasiswa untuk melatih & memudahkan mahasiswa dalam mewujudkan hal tersebut. Karena dalam organisasi, mahasiswa dilatih agar dapat belajar  berinteraksi dengan berbagai macam kelompok sebagai bekal ketika dimasyarakat nanti. 

Maka atas dasar tersebut , kami dari divisi kaderisasi ingin mencoba membantu teman2 semua dalam memahami teori dan konsep dasar didalam organisasi , semoga apa yang kami upayakan dapat membantu teman2 dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi .

Definisi Organisasi

Secara Etimologi Organisasi berasal dari bahasa Yunani yaitu "Organon" atau dalam bahasa Latin yaitu "Organum" yang berarti alat, bagian, anggota, atau badan. Dalam lingkup ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari sebagai objek penelitian antara lain ilmu sosiologi, ekonomi, politik, psikologi, antropologi, sejarah, dan manajemen. Secara konseptual terdapat dua pengertian yang berbeda untuk istilah organisasi (organization) sebagai kata benda, yakni wadah sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama dan pengorganisasian (organizing) sebagai kata kerja, yakni suatu proses dan serangkaian aktivitas yang dilakukan secara sistematis sebagai bagian dari upaya membangun dan mengembangkan organisasi atau sebagai salah satu fondasi manajemen.

Adapun menurut KBBI, organisasi adalah kesatuan yang terdiri atas bagian-bagian(orang) dalam perkumpulan untuk mencapai tujuan bersama. Dalam buku Malayu S.P Hasibuan terdapat pendapat-pendapat dari para ahli mengenai organisasi, diantaranya yaitu  menurut :

James D. Mooney: “Organisasi adalah setiap bentuk perserikatan manusia, untuk mencapai tujuan bersama”.

Chester I. Benhard: “Organisasi adalah suatu sistem kerja sama yang terkoordinasi secara sadar dan dilakukan oleh dua orang atau lebih”.

Sementara itu, dalam buku Ig. Wursanto terdapat beberapa kutipan pengertian organisasi, diantaranya adalah pendapat :

Yoseph Kingsbury dan Robert Wilcox: “Organisasi adalah sebagai proses pembagian tugas atau pekerjaAn, mengatur pegawai-pegawai untuk memikul tugas atau perkerjaan dari suatu badan usaha”

Ernest Dale: “Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang diisi oleh suatu kelompok orang-orang yang sedang bekerja kearah tujuan bersama dibawah kepemimpinan.

Berdasarkan pengertian dan pendapat para ahli di atas, maka secara garis besar dapat kita tarik bahwa pengertian dan definisi dari organisasi adalah suatu kelompok yang terdiri atas 2 orang atau lebih yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu secara bersama dengan sistematis sehingga dapat dilaksanakan secara efisien dan efektif demi tercapainya tujuan organisasi secara optimal.

Ciri – Ciri Organisasi

          Suatu Organisasi bisa kita bedakan dengan meninjau ciri-ciri organisasi tersebut dimana setiap organisasi memiliki ciri tersendiri untuk menuntukan organisasi itu, adapun ciri-ciri organisasi yaitu seperti dibawah ini :

a) Ciri-ciri Organisasi secara umum

1) Mempunyai keterikatan format dan tata tertib yang mesti kita taati.

2) Mempunyai pendelegasian koordinasi dan wewenang tugas-tugas.

3) Adanya kerjasama secara terstruktur.

4) Mempunyai sasaran dan tujuan

5) Mempunyai komponen yaitu bawahan dan atasan.

b) Ciri-ciri Organisasi menurut Steiner dan Berelson

1) Formalitas, termasuk ciri organisasi sosial yang merujuk kepada perumusan tertulis suatu ketetapan-ketetapan prosedur, peraturan-peraturan, strategi, tujuan, kebijaksanaan dan seterusnya;

2) Hierarki, termasuk ciri organisasi yang berdasarkan pada pola kewenangan dan kekuasaan yang memiliki bentuk piramida berarti terdapat orang-orang tertentu memiliki kewenangan dan kekuasaan yang tinggi dibandingkan orang biasa yang ada di organisasi tersebut;

3) Besar dan Kompleksnya, termasuk ciri organisasi sosial yang mempunyai banyak anggota sehingga untuk hubungan sosial antar anggota tidak dilakukan secara langsung atau impersonal yang biasa kita sebut sebagai gejala organisasi;

4) Durasi, termasuk ciri organisasi dimana keberadaan organisasi lebih lama dibandingkan keanggotaan pada organisasi tersebut.

c) Ciri-ciri Organisasi Modern

1) Cenderung spesialisasi  

2) Adanya asas-asas organisasi 

3) Pengelolaan data semakin cepat 

4) Unsur-unsur Organisasi yang lebih lengkap 

5) Penggunaan staf yang lebih intensif 

6) Organisasi yang bertambah besar. 

Berdasarkan uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa ciri – ciri secara terperinci dari organisasi adalah adanya suatu kelompok orang yang dapat saling mengenal, adanya kegiatan yang berbeda-beda, banyaknya orang yang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa pemikiran, tenaga, juga adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan serta keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati.                 

Unsur – Unsur Organisasi Secara umum 

            Organisasi memiliki enam unsur, yaitu orang, kerjasama, tujuan bersama, peralatan, lingkungan, dan kekayaan alam. Enam unsur organisasi itu tidak berdiri sendiri-sendiri, akan tetapi saling terkait atau saling berhubungan sehingga merupakan suatu kesatuan yang utuh. Adapun penjelasan nya sebagai berikut :

1. Orang 

         Orang dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur warga organisasi yang menurut fungsi dan tingkatannya teridiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manager yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (non management/workers). Semua itu secara bersama sama merupakan kemampuan manusiawi (man power) organisasi. 

2. Kerja Sama

          Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu membantu akan suatu pekerjaan/perbuatan aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manager, dan pekerja (workers), secara bersama sama merupakan kemampuan manusiawi (man power) organisasi. 

3. Tujuan Bersama          

         Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network), kebijakan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan. 

4. Peralatan

         Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipments yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor). 

5. Lingkungan Faktor             

         Lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, kekayaan alam dan teknologi. Termasuk dalam unsur lingkungan, antara lain : 

(a) Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak langsung berpengaruh terhadap daya gerak kehidupan organisasi, karena kondisi atau situasi Perilaku dan Teori Organisasi akan selalu mengalami perubahan; 

(b) Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah komunikasi dan transportasi yang harus dilakukan oleh organisasi; 

(c) Wilayah operasi yang dijadiakan sasaran kegiatan organisasi. 

6. Kekayaan Alam

         Kekayaan alam yang termasuk dalam kekayaan alam ini misalnya keadaan iklim, udara, air, cuaca (geografi, hidrografi, geologi, klimatologi), flora dan fauna. Pendapat lain yang mengemukakan dan menglasifikasikan unsur – unsur organisasi dilakukan oleh (Davis, 1981) dalam bukunya “Human Behavior at Work: Organizational Behavior” membagi unsur – unsur organisasi menjadi tiga unsur yaitu: 

a) Unsur Pertama, bahwa keikutsertaan atau partisipasi itu sesungguhnya adalah keterlibatan perasaan dan mental, lebih daripada atau hanya keterlibatan secara fisik atau jasmaniah; 

b) Unsur Kedua, adanya sikap kesukarelaan dalam membantu suatu kelompok dalam mencapai tujuan tertentu; 

c) Unsur Ketiga, unsur tanggung jawab termasuk rasa yang sangat menonjol dalam menjadi anggota.

            Organisasi sebagai wadah atau tempat berkumpulnya individu atau orang – orang, dimana masing – masing individu mempunyai kepentingan yang berbeda. Hal tersebut yang menyebabkan munculnya tujuan organisasi. 

Bentuk – Bentuk Organisasi 

            Bentuk organisasi merupakan sebuah bentuk hubungan dan tanggung jawab yang digunakan dalam sebuah perusahaan 

a). Organisasi garis /lini

            Dalam bentuk ini, organisasi dibagi ke dalam unit-unit kerja pada tingkat atau jenjang yang diperlukan. Wewenang dari tersebut dapat terancam jatuh atau bahkan hancur. Pucuk pimpinan mengalir langsung kepada para pemimpin unit pada tata jenjang organisasi. Setiap pemimpin unit memegang wewenang dan tanggung jawab penuh terhadap bidang kerja unitnya. Semua pegawai pada unit tersebut menerima instruksi dan petunjuk langsung dari pimpinan unit dan langsung mempertanggungjawabkannya.

            Pada bentuk organisasi garis/lini, lalu lintas wewenang dan tanggung jawab berjalan secara lurus dan vertikal melalui saluran tunggal sehingga bentuk struktur organisasinya lebih sederhana. 

Kelebihan dari bentuk organisasi garis/lini adalah sebagai berikut : 

a. Kesatuan perintah lebih terjamin karena pimpinan berada pada satu tangan 

b. Proses pengambilan keputusan dapat berjalan lebih cepat

c. Rasa kesetiakawanan antar pegawai lebih tinggi karena lebih saling kenal Sementara itu, kekurangan dari bentuk organisasi garis/lini sbg berikut : 

a. Seluruh organisasi sangat bergantung pada satu orang. Jika pimpinan tidak mampu memimpin kelangsungan organisasi tersebut dapat hancur 

b. Biasanya pimpinan cenderung otoriter 

c. Pegawai lebih sulit untuk berkembang 

b.) Organisasi garis/staf 

        Pada organisasi garis dan staf, pimpinan organisasi mengangkat tenaga staf untuk membantu pelaksanaan semua pekerjaan yang sangat luas. Pada bentuk ini, unit-unit organisasi disusun menurut bentuk lurus/garis, tetapi pada unit pimpinan, ditambah tenaga staf sebagai tenaga ahli perorangan atau suatu unit khusus yang bertugas memberikan bantuan bantuan keahlian kepada pimpinan organisasi. Kelebihan dari bentuk organisasi garis dan staf adalah sebagai berikut : 

a. Memudahkan untuk pengambilan keputusan yang tepat karena adanya staf ahli 

b. Cocok digunakan untuk organisasi besar yang memiliki tugas dan tujuan yang luas 

c. Lebih mudah untuk menerapkan konsep the right man on the right place Sementara itu, kekurangan dari struktur organisasi garis dan staf adalah sebagai berikut:

a. Kesetiakawanan antarpegawai sulit dibina karena luasnya organisasi sehingga karyawan tidak saling mengenal. 

b. Koordinasi sulit dilakukan karena rumitnya susunan organisasi. 

c.) Organisasi fungsional 

        Pada organisasi fungsional, seorang pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas. Hal ini karena setiap pimpinan berwenang memberikan perintah kepada setiap bawahan jika ada hubungannya dengan fungsi pimpinan tersebut. Spesialisasi setiap bawahan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan semaksimal mungkin, tetapi sulit untuk melakukan tour of duty (perputaran pekerjaan).  

Kelebihan dari bentuk organisasi fungsional adalah sebagai berikut : 

a. Pembagian tugas-tugas menjadi lebih jelas.

b. Spesialisasi pegawai lebih dapat dikembangkan.

c. spesialisasi pegawai dapat dimanfaatkan lebih maksimal karena dipegang oleh ahli dibidangnya.

Kekurangan dari bentuk organisasi fungsional adalah sebagai berikut : 

a. sulit untuk tour of duty karena pegawai telah sesuai bidangnya 

b. pegawai sulit melakukan koordinasi karena lebih mementingkan spesialisasi nya 

c. tidak ada kesatuan perintah karena pegawai menerima perintah dari beberapa atasan yang samasama punya kekuasaan.

d.) Organisasi Komite 

        Organisasi komite (committee organization) adalah bentuk organisasi yang masing-masing anggotanya mempunyai wewenang sama dan pimpinan yang sifatnya kolektif. Organisasi ini mengutamakan pimpinan kolektif presidium. Bentuk organisasi ini bisa diterapkan secara formal ataupun informal. Organisasi komite memiliki pembagian tugas yang jelas. Tiap anggotanya mempunyai wewenang yang sama besarnya. Tugas pimpinan dilaksanakan secara kolektif, begitu pula dengan tanggung jawabnya. Untuk keputusannya akan diputuskan secara bersama-sama

Kelebihan : 

a. Memiliki pembagian tugas yang jelas 

b. Hasil keputusan optimal 

c. Mengedepankan musyawarah 

Kekurangan :

a. Penyalahgunaan wewenang 

b. Lama dalam pengambilan keputusan 

c. Kepemimpinan otokratis kecil 

d. Tidak ada kejelasan penanggung jawab 

Fungsi Organisasi 

        Dalam mencapai maksud dan tujuan organisasi, ada 4 fungsi organisasi yang sangat perlu diperhatikan dan berkaitan dengan manajemen organisasi, yakni: 

1. Planning (perencanaan) Hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam organisasi diantaranya adalah rencana-rencana yang coba disusun oleh pengelola organisasi, seperti rencana kerja atau kegiatan serta anggaran yang diperlukan, teknis pelaksanaannya bisa melalui rapat-rapat, seperti:      

     a. Rapat Kerja (pengurus organisasi) yang membicarakan rencana-rencana kerja pengurus serta                 kegiatan anggota yang akan dilakukan dengan satu atau lebih target yang akan dicapai.             

     b. Rapat Anggaran, untuk menentukan berapa jumlah anggaran yang diperlukan untuk mendukung             kerja organisasi atau untuk suatu event / kegiatan (wujudnya daftar RKA) atau proposal kegiatan. 

2. Organizing (pengaturan) Dalam hal pengaturan, unsur yang perlu diperhatikan dan diwujudkan adalah :  

    a. Struktur Organisasi yang mampu menunjukkan bagaimana hubungan (relationship) antara                     organisasi/bagian/seksi yang satu dengan yang lain. 

    b. Job Description yang jelas yang mampu menjelaskan tugas masing-masing bagian. 

    c. Bentuk Koordinasi antar bagian dalam organisasi (misal. Rapat Koordinasi antar bagian, Rapat               Pimpinan antar Organisasi, dll). d. Penataan dan Pendataan Arsip & Inventaris Organisasi Harus           diatur dan ditata dengan baik administrasi organisasi, seperti surat masuk, surat keluar, Volume I,           No. 2, Juli 2018 29 laporan laporan, proposal keluar, data anggota, AD/ART, GBHK, presensi,               hasil rapat, inventarisasi yang dimiliki, perangkat yang dipinjam. 

3. Actuating ( penggerakan ) adalah menggerakan semua anggota kelompok untuk bekerja agar mencapai tujuan organisasi . Setiap pelaku dalam organisasi harus bekerja sesuai dengan peran dan tugasnya demi mencapai visi misi dan program kerja organisasi yang telah diterapkan.

Adapun tujuan actuating yaitu :   

    1. Untuk menciptakan kerja sama yang efisien 

    2. Untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan staf 

    3. Untuk menunjujkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan 

    4. Mengusahakan lingkungan dan suasana kerja yang meningakatan motuvasi para pekerja 

    5. Membuat organisasi berkembang secara dinamis 

4. Controling (pengawasan) adalah melakukan pengawasan terhadap aktifitas organisasi ataupun realisasi kegiatan dan penggunaan anggaran 

Prinsip Organisasi 

        Prinsip organisasi merupakan sesuatu yang perlu diketahui oleh pelaku pelaku organisasi , agar apa yang dilakukan dapat berjalan seperti sebagaimana mestinya , adapun prinsip-prinsip organisasi yaitu :

a.) Prinsip Perumusan Tujuan 

        Setiap organisasi yang berdiri tentu memiliki tujuan, Misalnya seperti tujuan untuk pemerintahan, badan usaha maupun oranisasi kemanusiaan. Sebelum organisasi berdiri tentu harus dilakukan perumusan tujuan organisasi. Dalam melaksanakan kegiatannya organisasi harus berjalan sesuai dengan tujuan organisasi.

1. Prinsip pembagian Kerja 

Untuk menghindari kemungkinan adanya pekerjaan yang tertumpuk dan terjadinya kelalaian dalam pekerjaan pada sebuah unit kerja dalam organisasi maka diharuskan adanya pembagian kerja. Pembagian tugas juga bertujuan agar setiap anggota organisasi mengetahui tugasnya masing masing 

2. Prinsip Pendelegasian Wewenang 

Dalam menjalankan kegiatan,suatu unit harus diberi kekuasaan/ untuk melaksanakan tugas tugasnya agar dapat dimintai pertanggung jawabannya. 

3. Prinsip Tingkat Pengawasan 

Untuk memastikan proses pencapaian organisasi berjalan dengan baik maka, harus dilakukan pengawasan dalam organisasi. Karena jika suatu organisasi tidak memperoleh pengawasan maka pencapaian tujuan organisasi tidak maksimal. 

4. Prinsip Rentang Manajemen 

Dalam suatu organisasi perlu kita perhatikan suatu efektivitas dan sebuah efisiensi dari seorang pemimpin yang dapat membawahi beberapa orang yang dibawahinya sehingga seorang pemimpin dapat melakukan tugas kepemimpinannya secara efektif, efisien dan maksimal serta dapat melakukan tugas pengawasan secara optimal 

5. Prinsip Kesatuan Perintah 

Dalam menjalankan sebuah organisasi,seseorang bawahan biasanya mempunyai seorang bos atau atasan. Dari bos tersebut lah kita menerima perintah dan kepada bos tersebut lah kita memberikan laporan pertanggung jawaban atas pelaksanaan pekerjaan kita. 

6. Prinsip Kordinasi

Prinsip kordinasi ada usaha untuk mengarahkan seluruh kegiatan unit-unit organisasi agar tertuju pada pencapaian tujuan organisasi secara keseluruhan. Adanya pembagian tugas kepada unit unit kerja tersebut terkadang tanpa kita sadari menimbulkan kecenderungan untuk memisahkan diri dari tujuan organisasi secara keseluruhan. Untuk itu, koordinasi diperlukan agar kita terhindar dari sebuah konflik, dengan mengurangi duplikasi tugas, mengurangi pengangguran, dan memperkuat kerjasama.

Tujuan Organisasi 

        Dalam organisasi terdapat setiap individu yang memiliki kepentingan dan tujuan yang sama, menciptakan sebuah wadah atau badan dimana mereka saling berusaha untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dan hal ini lah yang menjadi sebab adanya tujuan dari sebuah organisasi. Tujuan dicerminkan oleh sasaran yang harus dilakukan baik dalam jangka pendek, maupun jangka panjang. 

        Tujuan organisasi memiliki pengaruh dalam mengembangkan organisasi baik untuk perekrutan anggota dan pencapaian apa yang akan atau ingin dilakukan dalam proses berjalannya organisasi tersebut. Tujuan dari sebuah organisasi sangat mempengaruhi kinerja dari organisasi itu sendiri ataupun untuk mencari massa atau anggota baru dalam pengembangan sebuah organisasi dan untuk menjaga kaderisasi anggota. Organisasi perlu melakukan kaderisasi untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan eksistensi organisasi dalam jangka waktu yang panjang. 

        Para ahli dalam bidang sosiologi dan administrasi telah menyusun tingkatan pengelompokan yang mendefinisikan prioritas sebuah tujuan organisasi, yaitu: 

        1. Tujuan atau Misi umum : Pernyataan luas, atau tujuan dalam skala umum yang mendefinisikan bagaimana tercipta sebuah organisasi tersebut, biasanya tidak berubah dari tahun ke tahun dan sering menjadi pernyataan pertama dalam konstitusi sebuah organisasi. 

      2. Tujuan adalah pernyataan yang menjelaskan apa yang sebuah organisasi itu ingin di capai. Merupakan bagian dari tujuan dan misi dari sebuah organisasi, tujuan seperti ini bisa seperti ini bisa berubah dari tahun ke tahun tergantung pada kesepakatan dari kelompok tersebut. 

      3. Tujuan merupakan deskripsi dari apa yang harus dilakukan berasal dari tujuan, spesifik yang jelas. laporan tugas terukur untuk mencapai tujuan yang diharapkan dari sebuah kelompok, biasanya memiliki jangka pendek dan batas waktu tertentu. 

      Pemilihan tujuan dari setiap organisasi sangat penting, karena dengan hal tersebut, bisa menjadi semangat kerja, dan rasa bertanggungjawab, komitmen dan motivasi dari setiap anggota dalam sebuah kelompok. Untuk itu tujuan dalam sebuah organisasi menjadi sangat penting dan harus disosialisasikan pada setiap anggota baru ataupun anggota lama dari organisasi itu sendiri. 

Teori Organisasi 

        Ada lima teori organisasi, yaitu sebagai berikut: 

1. Teori Klasik 

        Teori klasik atau struktural berasal berasal dari 2 teori. Pertama, teori saintifik manajemen yang di kembangkan oleh W. Tylor 1911 yang menekankan pada pembagian pekerjaan untuk mendapatkan hasil maksimal dengan biaya seefisien mungkin. Kedua berasal dari teori birokrasi yang di kembangkan oleh Max Weber 1947 yang menekankan pada pentingnya bentuk struktur hierarki yang efektif bagi organisasi. 

2. Teori Hubungan Manusia 

        Teori ini menekankan pada pentingnya individu dan hubungan sosial dalam kehidupan organisasi. Teori ini menyarankan strategi peningkatan dan penyempurnaan organisasi dengan meningkatkan kepuasan anggota organisasi dan menciptakan organisasi yang dapat membantu individu mengembangkan potensinya. Dengan meningkatkan kepuasan kerja dan mengarahkan aktualisasi diri pekerja, akan mempertinggi motivasi bekerja sehingga akan dapat meningkatkan produksi organisasi. 

3. Teori Sistem Sosial         

        Teori Sistem Sosial Berbeda dengan dua teori sebelumnya, teori sistem memandang organisasi sebagai kaitan bermacam – macam komponen yang saling tergantung satu sama lain dalam mencapai tujuan organisasi. Setiap bagian mempunyai peranan masing-masing dan berhubungan dengan bagian lain dan karena itu koordinasi penting dalam teori ini. 

4. Teori Politik 

        Ahli-ahli teori politik melihat kemampuan (power), konflik dan distribusi dari sumber-sumber yang langka sebagai pokok permasalahan pada organisasi. Dengan kata-kata lain mereka memandang organisasi sebagai arena politik yang hidup, yang berisi suatu variasi kompleks dari kepentingan individu dan kelompok. 

5. Teori Simbolis 

        Teori ini membayangkan suatu dunia yang berangkat secara signifikan dari aturan-aturan tradisional mengenai pemikiran rasional. Perspektif teori simbolis di dasarkan pada satu seri asumsi mengenai hakikat organisasi dan tingkah laku manusia.

KESIMPULAN 

        Pada dasarnya orang tidak bisa hidup sendiri. Sebagian besar tujuannya dapat terpenuhi apabila ada interaksi sosial dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendiri karena manusia memiliki kebutuhan terhadap manusia lainnya. Karena itulah biasanya manusia berkumpul dan membentuk kelompok, yang disebut dengan organisasi. Organisasi adalah suatu sistem, mempunyai struktur dan perencanaan yang dilakukan dengan penuh kesadaran, didalamnya orang orang bekerja dan berhubungan satu sama lain dengan suatu acara yang terkoordinasi, koperatif, dan dorongan - dorongan guna mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Betapa pentingnya organisasi sebagai alat administrasi dan manajemen dalam menlaksanakan segala kebijakan/keputusan yang dibuat pada tingkatan administratif maupun manajerial.

 
 
 
 
 

Daftar Pustaka 

https://www.researchgate.net/profile/AdeHeryana/publication/343392909_Pengertian_Organisasi_d an_Teori_Organisasi/links/5f27fb9892851cd302d593de/Pengertian-Organisasi-dan-TeoriOrganisasi.pdf ( diakses pada tanggal 07 Oktober 2021 pukul 18.03 ) 

https://jurnalmanajemen.com/bentuk-bentuk-organisasi/ ( diakses pada tanggal 07 Oktober 2021 pukul 18.09 ) https://www.calonmanejer.com/2019/01/Prinsip-prinsip-organisasi.html ( diakses pada tanggal 07 Oktober 2021 pukul 18.10 ) 

https://joniharyanto.blogspot.com/2019/10/teori-organisasi-klasik-neoklasik-modern.html ( diakses pada tanggal 08 Oktober 2021 pukul 17.30 ) 

https://stie-igi.ac.id/wp-content/uploads/2020/05/WISHMAN-SIREGARMODUL-9- PENGANTAR-EKONOMI-MIKRO-RABU20-MEI-2020-OK.pdf ( diakses pada tangal 08 Oktober 2021 pukul 17.32 )
 

Legaard, Jorgen (2006), Organizational Theory, NP: Mille Bindslev & Ventus Publishing Robbins, Stephen P. (1995), Teori Organisasi. Struktur, Desain, dan Aplikasi, Jakarta: Salemba 

Sutarto ( 2021) Dasar dasar organisasi. Yogyakarta : UGM 

Robbins P Stephen (1984). Prinsip-Prinsip Perilaku Organisasi Jakarta : 

Erlangga Prof. Dr. H. Edy Sutrisno, M.Si (2019) Budaya Organisasi . Jakarta : Prenada Media 







 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HISTORIKAL HIMASI PERIODE 2019-2020